photo Banner1_zpsb41d32c5.jpg

Kamis, 04 Desember 2014

Etika Profesi analis kesehatan dalam berkomunikasi dengan calon analis kesehatan

Kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum.

Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.

  • Keahlian (pengetahuan, nalar atau kemampuan dalam asosiasi dan terlatih.
  • Keterampilan dalam komunikasi (baik verbal & non verbal)
  • Profesionalisme (tahu apa yang harus dilakukan dan yang sebaiknya dilakukan)


Salah satu dimensi utama etika profesi analis kesehatan adalah keterampilan dalam berkomunikasi. Komunikasi yang baik merupakan bagian penting dalam pelayanan lab, baik itu komunikasi terhadap pasien, sesama analis, maupun kepada calon analis. Pelayanan laboratorium yang baik bukan hanya diharapkan oleh pasien, tetapi juga oleh para calon analis yang biasanya mencari sampel – sampel patologis di laboratorium. Kebanyakan analis dilaboratorium tidak bersikap baik kepada mahasiswa calon analis yang mencari sampel, seperti bersikap tidak acuh, tidak mau memberikan sampel, dan menyulitkan mahasiswa dalam prosedur permintaan sampel. Hal tersebut membuat mahasiswa kesulitan dalam proses belajar. Analis seharusnya tidak bersikap seperti demikian, karena akan menjadi contoh yang buruk terhadap calon analis.
  • Memperlakukan calon analis kesehatan dalam batas-batas norma yang berlaku.
  • Membina hubungan kerjasama yang baik dan saling menghormati dengan sesama analis dan calon analis dengan tujuan utama untuk menjamin pelayanan tetap berkualitas tinggi.
  • Bersikap baik dan membantu calon analis.


Dengan bersikap sesuai dengan etika terhadap calon analis kesehatan, para analis telah berbagi ilmu kepada calon analis dan memberikan contoh dalam beretika yang baik.

Posting Lama Beranda

0 komentar: